Kain seragam perawat yang baik harus memiliki kemampuan bernapas, menyerap kelembapan, mempertahankan bentuk dengan baik, tahan aus, mudah dicuci, cepat kering, dan antibakteri, dll.
Maka hanya ada dua faktor yang memengaruhi kualitas kain seragam perawat: 1. Baik atau buruknya bahan baku untuk pembuatan kain seragam perawat. 2. Baik atau buruknya proses pewarnaan bahan baku pakaian perawat.
1. Bahan baku untuk pembuatan kain seragam perawat sebaiknya berupa kain poliester-katun.
Keunggulan serat kapas adalah kemampuan bernapas dan menyerap kelembapan. Keunggulan serat poliester adalah kain poliester-katun yang cukup nyaman, sejuk, mempertahankan bentuk dengan baik, tahan aus, mudah dicuci, dan cepat kering.
Rasio serat poliester-katun sebaiknya dicampur dengan kandungan katun yang lebih rendah dan sedikit lebih banyak poliester. Misalnya, serat katun + poliester adalah pilihan terbaik.
Metode identifikasi terbaik: metode pembakaran. Ini juga merupakan metode paling intuitif yang banyak diadopsi oleh orang-orang di industri. Kain katun murni terbakar pada satu titik, nyala apinya berwarna kuning, dan baunya seperti kertas terbakar. Setelah terbakar, tepinya lunak dan akan meninggalkan sedikit abu-abu kehitaman yang menggumpal; kain poliester-katun akan menyusut terlebih dahulu kemudian meleleh ketika didekatkan ke api. Kain ini mengeluarkan asap hitam tebal dan bau aromatik berkualitas rendah. Setelah terbakar, tepinya mengeras, dan abunya berupa gumpalan cokelat tua, tetapi dapat dihancurkan.
2. Pewarnaan bahan baku untuk seragam perawat harus dilakukan dengan perlakuan tahan pemutihan klorin.
Karena karakteristik industrinya, dokter dan perawat berurusan dengan pasien saat bekerja, mencari perawatan medis, operasi, dll. Pakaian akan terkena berbagai noda seperti alkohol, disinfektan, noda tubuh manusia, noda darah, noda minyak makanan, noda urin, feses, dan noda obat. Oleh karena itu, sterilisasi suhu tinggi dan deterjen penghilang noda harus digunakan untuk mencuci.
Karena pakaian dan produk tekstil rumah sakit harus mengikuti metode pencucian standar industri medis, pakaian medis harus memilih kain yang tahan terhadap pemutihan klorin, mudah dicuci dan dikeringkan, sterilisasi suhu tinggi, anti-statis, bakterisida, antibakteri, dan menghambat pertumbuhan bakteri—kain khusus untuk pakaian medis. Proses pemutihan klorin terutama menggunakan disinfektan anti-84, yaitu disinfektan yang mengandung klorin untuk pencucian, dan kain tidak luntur setelah dicuci. Ini adalah faktor inti dalam pembelian pakaian medis dan tekstil rumah sakit..
Hari ini, mari kita rekomendasikan beberapa jenis kain seragam perawat!
1. Item: Kain spandeks CVC
Komposisi: 55% katun 42% poliester 3% spandeks
Berat: 155-160 gsm
Lebar: 57/58"
Banyak pilihan warna pada barang jadi!
2. Nomor Barang: YA1819 Kain spandeks TR
Komposisi: 75% poliester, 19% rayon, 6% spandeks
Berat: 300 gram
Lebar: 150 cm
Banyak pilihan warna pada barang jadi!
2. Nomor Barang: YA2124 Kain spandeks TR
Komposisi: 73% poliester 25% rayon 2% spandeks
Berat: 180 gsm
Lebar: 57/58"
Waktu posting: 12 Mei 2023